memories, Uncategorized

Lepas Ikat Yang Membebat

Bila sewaktu lalu kau pernah membuatku merasakan lagi jatuh cinta lagi, hari ini juga, masih saja.  Namun kini bagiku, jatuh cinta tak semata pelepasan rasa, namun pencarian makna.

kemudian ketika ada versi yang berbeda di antara kita, maka mari kita lepas ikat kaki kita yang membebat, kita simpul saja, jalan ini mungkin bukan milik kita, atau ada cerita lain setelahnya. Karena kini aku belajar tentang hitam atau putih, tidak ada abu.

Bila tenggara jalan mu, nyata jalanku adalah utara. Tak hendak ku memaksamu mengutara, karena perjalanan haruslah waktu yang kau nikmati. Dan aku pun tak kuasa menenggara bersama mu, walau kau meminta ku untuk mencoba, jujur ini berat rasanya.

Kita sudahi saja, rasa rasa yang mengikat, hingga waktu terasa berat. Kini kau bebas mengikuti kata hatimu, mengejar cinta sejati barangkali, menemukan jawaban atas pertanyaan pertanyaanmu.

Bila kau bertanya, apakah aku masih mau  menunggu ? aku rasa tidak begitu. Aku akan menjalani arahku, menjalani juga kehidupanku, menjalani keyakinku.. Bila kelak kita bertemu lagi di suatu titik yang kita tidak duga, kita akan berjumpa dalam episode hidup kita yang berbeda.

 

Fn : Draft tulisan yang pertama dibuat  beberapa tahun yang lalu. Ah ternyata belum usia tulisannya, padahal “kisah” nya sudah usai. Ya udah kita sekalian aja di beresin tulisannya … ^^

 

 

 

Family, legacy, memories, People in my life, Perjalanan, the real hero

Kehilangan

Hari ini sebuah kabar duka tiba. Ua (Kakak almarum Bapa) meninggal. Padahal baru dua hari yang lalu saya bertemu beliau saat moment lebaran. Ya, saya memang rutin mengunjungi beliau setiap Iedul Fitri.

Beliau adalah wali saya, setelah bapak meninggal 13 tahun lalu, beliau lah yang kemudian menjadi wali saya, bapak saya, tempat kepada siapa saya kemudian harus berbakti.

Beliau orang yang sangat sederhana, tinggal di kampung dengan membesarkan anak anak nya -sepupu sepupu saya- yang cukup banyak.

Beliau bukan orang berpendidikan tinggi atau berkecukupan, namun berhasil mendidik anak anaknya hingga bisa mempunyai kehidupan yang jauh lebih baik,  berkhidmat pada orang tua, setia pada saudara, dan mampu mengangkat derajat orang tua nya. Ahh saya sungguh kagum padanya…

Teringat satu tahun yang lalu, sama dalam moment lebaran, Ua mengajak saya untuk ziarah ke makam Bapak, dan ia selalu begitu.

Dan saat itu beliau mengelus kepala saya sambil berkata kurang lebih seperti ini : ” bersabarlah, jodoh mu pasti ada, tak semata mata Allah meminta mu menunggu sedikit lama, karena Ia akan memberikan yang istimewa ”

Ah … Hati saya selalu teremas remas kalau mengingat kalimat Indah ini. Didalamnya ada kasih sayang dan pengertian juga keyakinan, yang diberikan seorang ayah kepada anaknya.

Semoga Allah melapangkan kuburnya, menyinari tidur panjangnya, di terima segala amal baiknya, di hapuskan dosa dosanya.

Dan semoga kami menjadi anak anak shaleh yang doanya menjadi penerang tidur panjang orang tua kami.

Aamiin ya Rab….

catatan, insight, lets thinks, memories, sebelum tidur

Bersyukur Tanpa Membandingkan

Ini tentang bersyukur. Tentang menerima dan berterimakasih atas apa yang telah kita miliki atau kita dapatkan. Tentang menerima dengan suka cita apa yang telah datang kepada hidup kita, baik diminta atau tidak diminta.

Kemudian apakah bersyukur itu perlu pembanding, perlu komparasi ? Seperti kalimat umum : ” Bersyukurlah kita masih bisa makan hari ini, coba lihat di luar sana, banyak orang orang yang masih kelaparan ” atau tidak asingkah perkatan seperti ini “Bersyukurlah engkau masih punya orang tua, lihat mereka yang orang tua nya udah tidak lengkap”

Salahkah perkataan itu ? ahh tidak…

Namun, haruskah bersyukur itu menyertakan pembandingan, haruskan menyertakan sesiapa pun itu yang tidak diberikan “kenikmatan” seperti kita ? seolah olah mereka tidak beruntung dan kita yang lebih beruntung? bukankah setiap orang diberikan anugrah dalam porsi masing masing.

Ketika kita tidak/belum memperoleh “kenikmatan” dalam satu bagian kehidupan, bukan berarti kita tidak beruntung, isnt ? begitu pula sebaliknya. Setiap orang diberikan porsi nya masing masing. Kesyukuran berarti keberuntungan, kesyukuran tidak mesti pembandingkan, kesyukuran itu bukti penerimaan, keberterimakasihan, dan pemanfaatan untuk kebaikan bukan ?

ahh.. ini hanya tulisan keresahan saya saja, yang juga pernah bersyukur dengan syarat, dengan syarat “melihat” keluar, padahal bersukur cukup dengan “melihat” kedalam. Dan kemudian sedang melatih diri bersyukur tanpa syarat, tanpa pembandingan, cukup BERSYUKUR saja . 🙂

DSC_0030

Almost Late Nite

17052015

HapHap, memories

Let Say its Miracle

Miracle itu ga mesti sesuatu fenomena alam, misalnya serigala berubah jadi kupu kupu, Atau seorang Fauzi Badilla tiba tiba jadi tetangga sebelah rumah.

Miracle itu personal, Miracle itu costumized bagi setiap orang. Miracle itu bisa jadi private things. Misalnya seseorang yang asalnya takut kecoa, tiba tiba ga takut lagi ama kecoa. Misal lain seseorang yang dulu underdog sekarang jadi raisingstar. Atau seseorang yang divonis dokter tidak akan punya keturunan, tiba tiba dikaruniakan seorang anak.

Kaya perasaan….. *CieeeMulaiii ….

Perasaan itu juga bisa.. jadi miracle. Ketika kamu pernah sangat mencintai seseorang, a years misalnya. Dahulu dalam fikiran mu ga mungkin kamu bisa “lepas” dari nya, karena banyak hal, emosional lah, saling ketergantungan lah, atau rasa yang sudah terlanjur dalam. Kemudian kamu berfikir bahwa kamu akan sangat susah “melepaskannya”  dan sangat akan tersiksa bila harus jauh darinya, dan akan sangat patah hati bila ia bersama yang lain

But Again,Miracle Happend. Perasaan yang kuat dan dalam itu, bisa hilang, tak tersisa, terserabut. Tentunya bukan tanpa usaha. ada usaha yang kamu lakukan. Walau awalnya sangat terasa berat “melepaskan”, tampak tidak mungkin, serasa jalan yang akan sangat panjang. semacam keadaan yang tidak mungkin.

Dan kemudian, di suatu waktu, perasaan yang mendalam itu hilang begitu saja, iya hilang. kadang kamu juga tidak mengerti mengapa tiba tiba seperti itu. Seseorang yang kamu anggap sanggat istimewa sekarang biasa saja. The Miracle Happend !!

Well, kalo dilihat lebih dalem sebenernya ini tentang perasaan yang bukan kita miliki. Perasaan itu milik Nya, kita tidak bisa mengatur atur nya. Cinta, Bahagia, Tentram, Cemas, perasaan memiliki, ketakutan, kecewa, dan sebagainya.

Ketika kita tidak nyaman dengan sebuah perasaan, atau merasa tersika dengan sebuah rasa yang terus ada di hati kita. Maka yang bisa kita lakukan adalah meminta pada Sang Pemilik Hati yang Maha membulak balikan hati, yang bahkan bisa “mengganti” dengan hati yang baru.

Jadi inget lagunya RAN

Sebelumnya ku fikir kaulah segalanya
Tak terbayangkan hidupku bila kau tak ada

Tiada ku sangka tak ada tangis saat kau pergi
Begitu saja,
Silahkan pergi dari hidupku

Fn : Masih edisi nyampah di blog, pemanasan biar rajin ngeblog lagi. Topik topik gini ajalah dulu … Hhaa

Komunitas KEBUKIT (kelola buku kita), legacy, memories, Perjalanan

My little buddies , Yusron

Selalu ada orang2 yang meninggalkan kesan saat kita beperrgian ke suatu tempat.
seperti saat itu, waktu saya pergi ke Pulau Buton.

Yusron, namanya. kelas 2 SMP. salah satu anak yang pertama saya temui ketika berlabuh di pulau ini, badannya besar, wajahnya jenaka. Dia yg duduk memperhatikan ketika saya ngajarin anak 2 main origami, dan dia pun yang dekan sigap membantu saya ketika saya kerepotan membawa barang2.

Dia ikutin kmana saya pergi, pun ketika saya kebingungan cari tempat shalat, dia dengan sigap bawa motor dan anterin saya ke mesjid yang lumayan jauh.

Besok nya dengan setia dia nungguin saya, pun ketika malam perpisahan dia nyari nyari saya. walau dia ga banyak bicara, dengan logat nya yang khas dia tanya “kakak, kapan kembali lagi ke Buton ?”

ahhh… pertanyaan itu yang selalu saya hindari, pertanyaan yang menyisakan sedikit rasa haru dan juga sedih. karena saya tidak bisa memastikan kapan bisa lagi bertemu mereka.

Selalu ada mereka yang meninggalkan kesan mendalam, walau sebentar. Apalagi anak2 saya suka ingat ketika mereka tertawa, ngikutin saya kemana aja, selalu pengen duduk dekat saya, apalagi kalau mereka bilang ” kaaa.. ko pulangnya cepet cepat, kakak tinggalah disini”

apalagi saat saat mau pergi berlayar lagi, mata mata mereka yang menatap di dermaga, melihat kapal kita yang berlalu pergi.Sedih, segala perasaan bercampur

Seperti Yusron, saat malam perpisahan bilang “kakak, jangan lupa kan kami yaa …”
dan saya pun menahan mata untuk tidak menangis di depan mereka

IMG_7136

IMG_7129

Bumi Allah Swt, Family, galaksi, insight, legacy, memories, sebelum tidur

Pulang

“Pulang” adalah sebuah kata yang disukai hampir oleh setiap orang. Dinantikan bahkan dicintai. Pulang dari bekerja, pulang dari belajar, pulang dari bermain, pulang dari merantau, pulang dari berpetualang.

Kata “Pulang” membuat kita bersemangat menjalani ujung hari. Pulang seperti sebuah penantian yang membahagiakan. Setelah berjibaku dengan segala aktivitas, setelah menikmati panas dan hujan, berjibaku dengan keringat dan lelah, dengan kepayahan, dan tak jarang juga kesulitan.

Namun kata “Pulang” seperti mengobati semuanya, menetralkan semuanya, Menyelesaikan semuanya, dan kita seolah olah menyatakan apa yg seharian terjadi, entah bahagia atau susah, kita akan mengatakan “all is well” .

“Pulang” adalah semacam harapan, harapan bahwa semua akan baik baik saja, semacam pelepas dahaga, karena bertemu keluarga, karena kita ditempat yg semestinya, di tempat yang kita menjadi apa adanya.

Rumah …, pulang ke rumah selalu menjadi hal yang menyenangkan, yang dinantikan, pulang adalah harapan.

Begitu juga, hidup kita ini bukan? Suatu saat kita akan “Pulang” , pulang ketempat kita berasal. Pulang ke desa abadi. Pulang ke tanah keabadian, kebahagian, pulang ke rumah kita sebenarnya.

Mungkin bila diibaratkan, kehidupan ini ibarat kita sedang belajar, atau bekerja. Serajin apapun, atau secinta appun kita dengan pekerjaan kita, kembali lagi kita akan “Pulang” bukan….

Atau bahkan sebaliknya ketika hidup ini begitu terasa sangat menyiksa, penuh beban, naik turun, susah dan berat… Jangan khawatir kita punya harapan abadi menanti, yaitu : Pulang ….

20140303-234739.jpg