“Mensyukuri Usia – Merindu Kematian “

THE SOUL TRAVELER

Hari rabu kemarin, saya mengunjungi, sebuah desa perbatasan antara Lembang dan Subang untuk membantu seorang klient membagikan bantuan untuk warga disana.

Setelah acara pembagian bantuan sembako disana selesai, seperti biasa, radar explorer saya masih cukup tinggi ternyata. Sambil nunggu waktu turun gunung, saya coba berjalan ke desa yang di dindingi oleh gunung yang indah.

Saat lagi menikmati pemandangan desa yang indah, saya bertemu dengan seorang kakek tua yang memperkenalkan dirinya sebagai Abah Ining. Abah Ining baru pulang berkebun saat itu, dan menyempatkan untuk menyapa kami, dan berbincang bincang banyak hal

Waktu ditanya usia sambil berseloroh berkata “Abah mah, ayeuna yuswa 100 kirang 4 taun, masih anom neng” Abah sekarang usia 100 kurang 4 tahun, masih muda neng. Diusianya yang 96 tahun, Abah Ining masih sangat sehat, setiap pagi sampai siang masih pergi ke ladang untuk mengurus kebunnya.

Subhanallah, di usianya yang 96 tahun, beliau tidak menempakan sama sekali kepikunan, bahkan indra…

View original post 270 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s