Membaca Kisah Tariq Bin Ziyad

tariq

Membaca buku ini, membuka pengetahuan saya yang lebih mendalam tentang salah satu jendral Islam, yaitu Tariq Bin Tariq bin Ziyad adalah generasi setelah Rasul, hidup di masa pemerintahan Khafilah Bani Umayyah.

Jendral yang membebaskan kota kota di wilayah Andalusia, yang juga dikenal dengan salah satu keputusan beraninya membakar kapal perang yang membawa ia dan pasukannya ketika memasuki wilayah Andalusia. Tujuan nya adalah agar pasukannya tidak memikirkan untuk menyerah dan kembali sebelum menang. Dan terbukti dengan keputusan nya yang “out of the box” pasukan Islam yang ia pimpin berhasil membebaskan Andalusia.

Wahai Saudaraku, laut ada di belakang kalian dan musuh ada di depan kalian, kemanakah kalian akan lari? Demi Allah yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Kita harus memilih kemenangan atau syahid. Kita tidak akan pulang sebelum memenangkan tujuan itu

Sebuah pidato heroik yang membangkitkan semangat para tentara muslimin

Tariq bin Zayid adalah seorang Jendral Islam yang visioner, ahli strategi, dan cerdas. Dalam peperangan ia dikenal sangat tegas, berani mengambil keputusan bahkan keputusan yang diluar nalar seperti membakar kapal perang ia dan pasukannya. Namun sisi lain dari sosok tegas dan “nekat” dari Tariq Bin Ziyad, beliau adalah panglima perang yang sangat menjunjung dan menerapkan etika ketika berperang, ia sangat mengikuti contoh Rosul dan Sahabat ketika berperang. Contohnya tidak menyerang siapa pun yang ada di rumah ibadah, yang ada di rumah rumah warga, orang yang tidak memegang senjata, para wanita, anak dan orang tua, tidak memisahkan tawanan perang dengan keluarganya, tidak merusak tanaman dan tidak menjarah.

Di luar peperangan beliau adalah orang yang pembelajar, tenang, bijak dan pemaaf. Ketika ada seseorang yang mengkhianatinya, ia tak lantas menghukum, namun malah di berikan kesempatan dan pilihan. Inilah yang membuat banyak orang yang kemudian suka rela dan setia mengikutinya.

Beliau adalah seorang pemipin yang berpandangan jauh. Ketika telah berhasil menaklukan Andalusia, ia tak berhenti, ia bercita cita untuk melanjutkan langkahnya membebaskan tanah Eropa dan menyebarkan cahaya Islam ke seluruh dunia.

Dalam sebuah percakapan, salah seorang prajuritnya berkata, “Pada siang hari, kami meliatmu seperti singa ketika berhadapan dengan musuh, tapi di malam hari engkau seperti seorang ahli ibadah”. Tariq menjawab “Dulu saya hanya seorang budak. Kemudian, Allah mengangkat saya menjadi panglima perang. Ini adalah tanda kesyukuran saya kepada Allah”

Membaca buku ini mengenalkan saya kepada sosok pahlawan yang sesungguhnya, idola yang sebenarnya, yang bisa kita ikuti kecerdasannya, kelembutannya, ketegasannya, pandangan jauhnya, cita citanya untuk kegemilangan Islam.

Masa Depan Kita, Kita Sendiri Yang Menentukan.

Masa Depan Islam Bergantung Pada Usaha Kita Untuk Menyebarkannya

(Tariq Bin Ziyad)

 

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “Membaca Kisah Tariq Bin Ziyad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s