Ini tentang bersyukur. Tentang menerima dan berterimakasih atas apa yang telah kita miliki atau kita dapatkan. Tentang menerima dengan suka cita apa yang telah datang kepada hidup kita, baik diminta atau tidak diminta.

Kemudian apakah bersyukur itu perlu pembanding, perlu komparasi ? Seperti kalimat umum : ” Bersyukurlah kita masih bisa makan hari ini, coba lihat di luar sana, banyak orang orang yang masih kelaparan ” atau tidak asingkah perkatan seperti ini “Bersyukurlah engkau masih punya orang tua, lihat mereka yang orang tua nya udah tidak lengkap”

Salahkah perkataan itu ? ahh tidak…

Namun, haruskah bersyukur itu menyertakan pembandingan, haruskan menyertakan sesiapa pun itu yang tidak diberikan “kenikmatan” seperti kita ? seolah olah mereka tidak beruntung dan kita yang lebih beruntung? bukankah setiap orang diberikan anugrah dalam porsi masing masing.

Ketika kita tidak/belum memperoleh “kenikmatan” dalam satu bagian kehidupan, bukan berarti kita tidak beruntung, isnt ? begitu pula sebaliknya. Setiap orang diberikan porsi nya masing masing. Kesyukuran berarti keberuntungan, kesyukuran tidak mesti pembandingkan, kesyukuran itu bukti penerimaan, keberterimakasihan, dan pemanfaatan untuk kebaikan bukan ?

ahh.. ini hanya tulisan keresahan saya saja, yang juga pernah bersyukur dengan syarat, dengan syarat “melihat” keluar, padahal bersukur cukup dengan “melihat” kedalam. Dan kemudian sedang melatih diri bersyukur tanpa syarat, tanpa pembandingan, cukup BERSYUKUR saja .🙂

DSC_0030

Almost Late Nite

17052015

4 thoughts on “Bersyukur Tanpa Membandingkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s