Tentang Memaafkan …

So many people comes and go.

Sebagian besar meninggalkan jejak berkesan dalam hidup kita, sebagian kecil barangkali meninggalkan jejak luka, bahkan beberapa meninggalkan luka yang tidak sederhana.

Entah itu berupa sakit dan patah hati, kekecewaan, ditinggalkan, penghinaan atau penghianatan. Yang pasti sebuah luka yang cukup spesifik.

Perasaan yang semacam ini biasanya justru didapat dari orang orang terdekat ,orang orang yang kita cintai, atau orang yang kita perjuangkan.

Lalu bisakah kita memaafkan ?

Kemudian, konon katanya ada tiga cara memaafkan.

Pertama memaafkan kesalahan sesorang ibarat menghapus noda pinsil dengan karet penghapus, goresan pinsil hilang namun tetap meninggalkan serpihan2 kertas dan penghapus itu sendiri.

Kedua memaafkan seseorang, ibarat menghilangkan goresan bolpoin dengan menggunakan tipe-ex. Memang goresan bolpoin sudah tidak terlihat, namun ada permukaan yang timbul, dan warna kertas tak lagi sama.

Ketiga, yaitu dengan merobek kertas yang sudah terlanjur tertulis pinsil atau bolpoin tersebut, sobek dan buang saja, kemudian sediakan kertas putih BaRu, untuk menuliskan kisah BaRu, tanpa noda dari kisah lama.

Yang ketiga tampaknya tidak mudah, butuh waktu butuh jarak, butuh keberanian, butuh kesungguhan, keluasan hati. Yang jelas ini bukan tentang ia yang perlu kita maafkan, tapi tentang kita yang belajar mampu memaafkan kemudian melupakan. Kemudian menjadikan hidup kita lebih ringan, tanpa dendam, itu saja, barangkali.

Well, it will not that easy as it say. But it worth enough. To see how big our heart was, to make our self learn about life.

3 thoughts on “Tentang Memaafkan …

  1. Memang gak mudah memaafkan tanpa bekas. Pasti akan selalu ada di sana hal yang harus dimaafkan. Merobek kertasnya pun pasti akan menjadikan trauma (kertas sobek). Semoga kita bisa memaafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas ya Mbak.

  2. mengapa justru orang-orang deket yg meninggalkan bekas luka cukup dalam? karena kepada mereka lah hati kita terpaut dan memedulikan apa yg akan ato sudah mereka lakukan.

    karena kepada mereka kita sempat dan akan selalu berharap warna bagi kehidupan kita.

    but, So many people comes and go..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s