Mendefinisikan “IMPIAN”

Fenomena saat ini banyak orang sedang  gandrung membahas tentang IMPIAN, saya sedang belajar mencerna lebih dalam mengenai hal ffenomena ini yang sedang sangat IN. kemudian mencoba belajar untuk melihat dari sisi yang berbeda, semoga menjadi sebuah manfaat, bukan bermaksud mengajari atau menunjukan sebuah kesalahan, namun ini memang bersumber dari keresahan fikiran saya secara pribadi. *halaahhh ….😀

*******

Bagaikan setiap orang di “cekoki” mengenai apa impian impian mereka, berbagai seminar atau buku di industrialisasi untuk mengajak seseorang menggapai impiannya. Tidak salah memang, justru ini adalah hal yang positif. banyakk orang yang sangat terbantu untuk benar benar mengarahkan bagaimana untuk mencapai impiannya.

Kemudian setiap orang mendefinisikan impian mereka masing masing. Dari sisi harta mungkin impian itu berupa rumah nyaman, kendaraan mewah, jumlah assets yang dipunya. Ada pula yang mendefinisikan impian dengan profesi atau usaha yang di miliki. Didefinisikan juga dengan nama besar, kekusaaan, prestasi, dan ambisi, dsb. Atau tak jarang pula impian di definisikan dengan kesempatan untuk menjelajah dunia, berputar pada hal hal yang sifatnya fisikly.  Sekali lagi ini tidak salah, manusia memang harus punya impian.

Namun kemudian, saya belajar mencerna apabila impian hanya terbatas pada tataran pribadi atau keluarga saja , maka impian ini menajadi sedikit “hampa”, karena setiap orang menjadi hanya memikirkan bagaimana ia mencapai impiannya, thats it. Dan kemudian ketika impian pribadi itu tercapai, maka thats all, mission done. Yang kemudian tenggelam dan menikmati impian impian yang ia capai dengan susah payah, cukup. lagi lagi ini tidak salah, manusia memang harus punya impian.

Mungkin yang kadang kita lupa, atau banyak dream motivator lupa sampaikan adalah mengenai kenapa seseorang harus mempunyai Impian, Apa ujung dari impian tersebut, apa goals akhirnya, kemana semua bermuara pada akhirnya, agar impian yang kira rancang tidak hanya untuk kepuasaan dan pencapaian saat ini saja, namun impian itu adalah sesuatu yang bisa juga menjadi bekal nanti di kehidupan yang kemudian.

Impian adalah salah satu cara pengabdian kita pada Nya, Impian adalah hasil karya terbaik kita, Impian adalah wujud kebermanfaatan kita sebagai manusia, Impian adalah peninggalan kita. Impian adalah bukti kita adalah manusia yang ditugaskan menjadi khalifah di muka bumi ini

Maka IMPIAN janganlah egois, bukan hanya tentang kita saja, bukan hanya tentang apa apa yang ingin kita punya, tentang tanah mana yang ingin kita jelajah, bukan saja tentang ingin menjadi seperti apa, bukan hanya tentang pencapaian atau ambisi ambisi duniawi, namun lebih jauh dari itu, lebih dalam dari itu. Impian adalah sebuah “legacy” yang bisa dirasakan kebermanfaatannya bahkan setelah kita tiada.

Maka, kini saya belajar mendefinisikan kembali tentang impian, dalam versi saya :

Impian adalah kebermanfaatan, impian adalah peninggalan, Impian adalah jalan, impian adalah cara pengabdian kita kepada-Nya

Fn : Sebuah catatan untuk pengingat diri sendiri, semoga menjadi manfaat untuk diri dan yang mambaca

Good Nite🙂

Impian adalah alat. Impian adalah sarana untuk mencapai kebermanfaatan

10 thoughts on “Mendefinisikan “IMPIAN”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s