Rizki yang tidak adil

Ada sebuah kisah tentang dua kelompok nelayan

Alkisah… ada dua orang kelompok nelayan yang sedang mencari ikan di lautan luas.  Kelompok nelayan pertama adalah kelompok nelayan yang sangat rajin beribadah, shalat tidak pernah ketinggalan, tidak judi, tidak mabuk, tidak main perempuan. Kelompok nelayan kedua justru sebaliknya, mereka tidak pernah shalat, berjudi, main perempuan apalagi minuman keras tidak pernah ketinggalan.

Suatu saat mereka berlayar bersamaan di tempat yang juga tidak begitu jauh. Berhari hari mereka berlayar dengan kebiasaan2 mereka, kelompok satu selalu berdoa, kelompok dua malahan hura hura.

Tak lama jaring dari kelompok dua bergerak cepat, tampaknya ada ikan masuk perangkap, ternyata benar ada sebuah ikan besar masuk perangkap, dan kemudian para awak mengambilnya dan membelah perutnya, tak disangka dalam perut ikan itu ada sebuah mutiara yang sangat mahal yang dicari banyak orang, mereka berbahagia, kemudian berpesta pora di tengah lautan, tak lupa minuman dan perempuan. Melihat hal itu pemimpin kelompok nelayan pertama menyerukan pada awak nya agar terus bekerja, berusaha dan berdoa semoga mendapatkan hasil yang sama.

Namun hari demi hari kelompok nelayan pertama tidak kunjung mendapatkan apa yang di harapkan, bahkan ikan kecil pun tidak di dapat,padahal peralatan, cara menjaring dan jarak nya pun berdekatan. tapi mengapa mereka tidak kunjung mendapatkan ikan  atau mutiara. Di sisi lain kelompok nelayan kedua terus menerus dilimpahi limpahan rezeki yang bertubi tubi.

Kemudian terlintas di hati dan fikiran nelayan pertama, ” kenapa tidak kunjung kita mendapatkan ikan, padahal kita sudah berusaha dan rajin beribadah, ahh … kenapa betapa Tuhan tidak adil, mereka yang berbuat maksiat malah diberikan kelimpahan rezeki”

Kemudian atas kesepakatan, karena bosan dengan hasil yang tidak kunjung ada, dan merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan, maka kelompok nelayan pertama pun melakukan hal yang sama dengan nelayan kedua. Bermaksiat. Mereka minum dan berjudi. Berhari hari meraka melakukan hal itu, namun hasil sama saja, apa yang mereka inginkan tidak kunjung ada.

Singkat cerita akhirnya mereka tersadar akan kesalahannya berbuat maksiat, dan kemudian bertobat. Dalam doa nya mereka berkata “YaTuhanku…maafkan atas kesalahan dan kehilafan yang hamba sengaja buat ini, sungguh kami khilaf, apapun yang terjadi ya Tuhan, kami akan tetap beriman kepada Mu, menjalankan perintah Mu dan meninggalkan larangan Mu”

Tak lama setelah mereka bertobat dan mereka kembali bekerja, jaring mereka bergerak,ada ikan yang tertangkap, dan kemudian ketika membelah perut si ikan mereka mendapatkan mutiara yang sama dengan yang didapatkan oleh kelompok nelayan pertama. Lebih banyak.

Kemudian kelompok nelayan ini pun bersungkur, bersujud,  kembali memohon ampun atas perbuatan maksiat yang mereka lakukan. Kemudian berterimakasih atas rezeki tak disangka sangka yang mereka peroleh. mereka pun bertekad untuk tidak melakukan maksiat lagi apa pun yang terjadi

 

 

Cerita ini saya dengar dari bapa Adiwarman Karim, dalam sebuah seminar. Pa Adi meminta kita untuk mencari hikmah di balik cerita ini . Kemudian saya coba mencerna nya, dan kemudian saya mendaptkan beberapa hal ..

Tentang bahwa Ia Maha Berkehendak … termasuk rizki kita. Ia yang mempunyai hak mutlak atas segala unsur hidup kita. Mau Ia berikan rizki yang berlimpah pada seorang yang tiran pun itu kehendak Nya. atau Ia sempitkan rizki kepada seseorang yang sangat baik itu adalah hak Nya. Ini point penting yang pertama yang saya cerna. point basic.

Setelah point basic ini kita terima, maka selanjutnya kita menjalankan peran kita, berusaha,bekerja, berkarya at the best we can, dalam takaran kita.

Fenomena mengenai nelayan yang bermaksiat dan justru diberikan kelimpahan rizki, itu bisa dikatakan sebagai ujian bagi kita, apakah kita tergoda untuk “menyebrang jalan”, tentang apa yang terpenting dalam hidup kita, rizkinya kah atau keyakinan kita pada Nya, sejauh mana kita pasrahkan semua sisi hidup kita pada Nya, Percaya, Totally Surrander.

Dan ketika sudah saatnya, tidak ada yang bisa menahan apa pun yang akan kita dapatkan.

Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu ( dibandingkan dengan ) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan ( yang sedikit ). SURAH 13 AR RA’D  AYAT 26

 

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s