Setapakmu

Saat rasa bukanlah segalanya.
Saat firasat cukup dihentikan saja.
Saat nyaman mungkin hanya persinggahan.
Saat pertemuan mungkin sebuah ujian.
Saat kita berada dalam rytme yang sama.
Saat itulah kita berada dalam arah berbeda.

Seperti malam itu, sehabis magrib
Saat ku telah selesai dengan sujudku,
Dan saat itu tangan mu terkatup
Matamu terpejam syahdu
Mengucap “Om Swastiastu”

Fn : setapakmu di senja itu
thanks for your kindness

One thought on “Setapakmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s