Never Look Back!

Yes, indeed

waiting room

image

Dear Puji,

Hmm.. apa aku orang pertama yang menyapamu dengan nama itu? Ah.. i have no idea, kenapa harus pakek nama itu. Menurutku, itu lebih unik ketimbang nama Ndezz yang biasa aku gunakan.

Demi Dia yang menciptakan penawar segala luka, aku benar-benar hanya iseng membahas soal apa, siapa, dan bagaimana kegalauanmu muncul. Alasanku cuma satu, kamu adalah penyibuk yang aku kira takkan sempat memikirkan hal remeh temeh semacam dia. Status tulang rusuk yang mengemban beban tulang punggung juga membuatku berpikir bahwa kamu steril dari telikungan manusia di tikungan bernama perasaan.

:Teman

Soal dia adalah fase yang harus dilewati sebelum benar-benar dipertemukan Tuhan dengan Sang Tuan, aku setuju benar. Ah, aku si steril inipun ternyata sempat diajari Tuhan untuk mencecap ujian yang tujuannya pasti untuk menguatkan. Sukab yang kugadang pernah ada dan menghirup udara yang sama. Tetapi ternyata dia cuma jeda, mungkin juga satu agenda yang ditulis Tuhan dalam skenario-Nya agar…

View original post 162 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s