Malam ini ingin “bersyukur” saja

20140224-185408.jpg

Udah lama ga nikmatin makan malem diluar sendirian, biasanya ama temen, atau temen temen. Ga tau malem ini lg pengen sendiri. Walau tragis tampaknya, orang2 makan dimari kalo ga bedua ya betiga, saya sendiri sajah.

Sambil buka shaum, saya bercakap cakap dengan diri sendiri, tentang apapun yg telah terjadi belakang ini. Yakss, terus terang sebulan terakhir saya dilanda gundah gulana yang sangat #Halah…. Kalo ditanya kenapa, beberapa hal mungkin bisa dijadiin alesan. Tapi yg pasti dan utama adalah karena saya gundah karena saat ini masih saja ” sendiri” a.k.a Single. Hhee…

Belakangan ini sangat2 terasa, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal lebih ke kasian ngeliat orang tua yg keliatan cemas karena ngeliat anak sulungnya blm aja ada tanda2 mau menikah. Dan oleh sebab itu saya ngerasa feeling guilty yang sangat, merasa bersalah karena belum bisa melegakan orang tua. Dan perasaan ini sangat menyiksa, sungguh.

Faktor internal tentu saja, faktor diri sendiri, yang sudah tidak lg nyaman dengan kesendirian. Kesadaran ttng kebutuhan akan seseorang yang melindungi dan menjaga. Yeahh… Akhirnya ada juga benar2 di titik inih …

Kmrin2 hal ini bener2 ngeganggu aktifitas sehati hari, rasa cemas, takut, khawatir, rasa bersalah, ketakutab ttng masa depan, bercampur aduk…
Ga jarang jadi nge blank tengah jalan, atau engga jadi susah tidur.

Well, thats life, mungkin ini episode hidup yang harus dijalani. Ditengah ketakutan, cemas dan rasa bersalah kemudian mencoba melawannya dengan keyakinan, keyakinan akan janji janji Nya, akan ketentuan Nya. Tidak mudah memang, jatuh bangun.

Dan malam ini, ketika saya sudah merasakan perasaan yg lebih baik, lebih tenang. Malam ini hanya ingin bersyukur atas apa yang telah Ia berikan, yg telah ia anugrahkan, keluarga, teman2, lingkungan, kebaikan, kesempatan, kesadaran, rezeki, kesehatan, keimanan. Juga mensyukuri hidup ini sendiri.

Memang beberapa kali gagal, Tapi itu mungkin yang terbaik dariNya, memberikan saya kesempatan untuk seseorang yang lebih tepat dalam waktu yang tepat.

Doa doa akan selalu dipanjatkan, usaha usaha akan selalu di lakukan. Yakin dan yakin, bahwa semua doa dan harapan baik akan segera ia jawab dengan : Iya, inilah waktunya.

Aamiin yaa Rabb…

Dan kemudian mari mensyukuri malam yg indah ini …

#Eeettt dahhh ko saya terus terang gini yaahhhh… Hhaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s