Berhenti disini

“Aku berhenti…” Katamu di suatu sore

“Maksudmu ..? “Aku terperanjat

“Aku berhenti, aku berhenti dari lingkaran ini, lingkaran yang salah diantara kita, lingkaran yang membatasi dirimu, membatasi langkahku. Suatu posisi yang salah diantara kita, dan kita selalu berusaha berpura pura bahwa semua akan baik baik saja, but its not fine any way, we know that really well, but we always pretending rite…..?”

” Bukan kah kita yang menjalani, sampai kelak Tuhan yang menentukan jalan kita ?” Aku mencoba mengimbangi arah pembicaraanmu. Aku mencoba meredakan resah mu …

” No, Mungkin sebenarnya Tuhan sudah tunjukan. But we do insist Him, kita memaksa bukan berdoa, agar semuanya berjalan sesuai dengan keinginan kita. Tuhan telah memberi pertanda, kita saja yang tidak mambacanya. Tidak bukan kita, saya tepatnya. i’m quite. U free now, its offer. Rasa ini sudah terlalu tua untuk dipertahankan, aku menyerah. Its been 4 years, empat tahun yang penuh pertanda, tapi kita tak mampu atau tak mau membaca. Tentang cinta versi kita yg selalu berbeda. Bersandar waktu katamu ? Tidak. Tidak kali ini. Justru waktu ini telah menjawab. Jawabannya, kita berhenti sampai disini…..”

Panjang lebar kau ungkapkan semua. Semua yg mungkin benar adanya, tentang kita, tentang kamu yg lelah disitu, tentang aku yang entah hilang arah, entah lemah menyikap …

Yang jelas ini adalah akhir. akhir episode ini. akhir episode kita. kau pergilah, aku pun akan menjauh. Mungkin yang terbaik memang kita untuk tidak bersama. Aku Berhenti. Titik

 

Fn : Dari sebuah obrolan, curhat sahabat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s