Perjalanan 7 Pulau Terluar Indonesia (Keping Satu)

593 KRI Banda Aceh, Kapal perang megah inilah kendaraan yang mengantarkan saya bersama tiga orang relawan rumah zakat lainnya,  juga bersama 82 orang relawan dari intansi lain, dan 100 orang anggota TNI AL selama 30 hari dalam EKSPEDISI BHAKESRA (Bakti Kesra Nusantara) 2012, dimulai pada tanggal 28 Agustus 2012 sampai 26 September 2012

EKSPEDISI BHAKESRA, merupakan program rutin Kementerian Kesejahtraan Rakyat, dengan misi mengunjungi pulau pulau kecil terluar di Indonesia dan mengirimkan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat kepulauan setempat. Alhamdulllah saya bersama tiga orang relawan mendapatkan kepercayaan sebagai perwakilan dari RUMAH ZAKAT  untuk mengawal bantuan berupa Qornet Super Qurban, Siaga Gizi dan Kado Yatim(JUMLAH BANTUAN), bersama para anggota relawan lain seperti Tagana, Tim Bank Indonesia, Fortuga (Forum tujuh tiga) ITB,  Meto TV, Kementrian PU, Kementrian Sosial, Asosiasi Pedagang Keliling, juga  PAMMI (Persatuan Artis Melayu Indonesia), dalam sebuah misi sosial.

20121103-225030.jpg

Jalur Ekspedisi

20120827-193715.jpg

KAPAL KRI BAC,

Penghuni KRI Banda Aceh 593 #EkspedisiBakhesra#

TIM RELAWAN

Perjalanan pun Dimulai

28 Agustus 2012. Perjalanan kami pun dimulai, meninggalkan pelabuhan Tanjung Priok, menuju pulau pertama yaitu pulau Maumere, yang terlelak di kepulauan flores NTT, perjalanan laut dengan jarak tempuh empat hari.  Empat hari yang merupakan adaptasi pertama kami. Adaptasi dengan suasana kapal, gelombang laut, juga adaptasi dengan anggota kapal yang lain.

Empat hari yang cukup padat, sementara kapal besar KRI Banda Aceh ini melaju diatas lautan jawa, kami di dalamnya mempersiapkan bantuan bantuan yang akan di berikan, tidak butuh waktu lama untuk mengakrabkan diri, kami semua pun langsung bekerjasama mempersiapkan bantuan.

Berkenalan dengan para anggota TNI AL dengan tugas yang tidak sederhana, memastikan kapal melaju dengan baik, sampai tepat waktu, sekaligus memastikan tim ekspedisi ini mendapatkan pelayanan yang terbaik, salute.

DSC_0408

Diskusi Para Relawan di Ruang Makan

 

DSC_0525

Gannguin kaka tentara di Anjungan Kapal

DSC_0426

Kamar kami, para ladies. Tempat ngerumpi, baca, nonton DVD

Buritan yang penuh kenangan

Buritan merupakan tempat yang luas dan terbuka di atas kapal, tempat yang menjadi center semua kegiatan, dari mulai upacara harian, olahraga, shalat berjamaah, ngobrol ngobrol, nonton film,  pertunjukan musik teman teman PAMMI, juga tempat untuk mencari sinyal telefon.

Saat kapal berjalan, kami  biasanya berolahraga dua hari sekali -walau tidak wajib- biasanya pagi dan sore hari. Sungguh menyenangkan berolah raga diatas lautan luas, ditengah deburan ombak, dan bila beruntung akan ada sekumpulan lumba lumba yang bekejaran di sisi kapal.

 DSC_0420

Main Bola

DSC_0333

Tiap pagi nih, olah raga di tengah lautan

DSC_0317

Nyari Sinyal yg super langkaaa, iyalah di laut😛

Shalat Berjamaah

Alhamdulillah setiap waktu shalat kami selalu berjamaah di buritan. Kumandang adzan yang selalu ada ketika waktu shalat dari atas anjungan,  suaranya membahana ke seluruh sudut ruangan. Kami pun segera bergegas, berdiri, berjamaah, menghadap pemilik lautan, memasrahkan diri, beratapkan langit senja, di atas  lautan,  kami begitu  sangat kecil disemesta milik-Nya.

DSC_0762

DSC_0773

 

Bersambung ….😀

28 thoughts on “Perjalanan 7 Pulau Terluar Indonesia (Keping Satu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s