Image

Pulau buru adalah pulau ketiga yang saya kunjungi di ekspedisi nusantra dua bulan yang lalu.

 

Merupupakan salah satu pulau besar, di kepulauan maluku ini dulunyalah pulu pembuangan tahanan NAPOL dn TAPOL, atau orang orang yang dianggap “KIRI” di masa orde baru.

Namun belakangn ini -sekitar 7 tahun terkhir – pulau ini menglami perubahan yang sangat drastis, dikarenakan ditemukan nya titik titik tambang emas yang sangat banyak. Disana kami lihat tenda tenda penambangan emas tersebar di gunung gunung dan bukit.

Peningkatan kesejahtraan masyarakatnya pun berubah drastis, banyak OKB OKB baru di pulau ini, tak sedikit pula mobil mobil mewah dan besar berkeliaran disini, padahal dulunya pulau ini terkenal sangat menakutkan. menurut sebuh situs berita, dalam setahun perputaran uang diperkirakan telah mencapai angka Rp 365 triliun, Wowww…. !!

Kami banyak berbincang dengan masyarakat, baik yg asli maupun pendatang, yg sengaja datang untuk memburu emas. Sehingga disini kami bertemu banyak sekali orang dari pulau jawa, juga sunda.

Dibanding dua pulau sebelumnya, pulau ini sangat berbeda, di pulau kecil ini sudah ada beberapa universitas, yang dimana universitas ini dimiliki oleh pribadi bukan oleh pemerintah.

Image

 

Image

Kemudian kami berkesempatan mengunjungi salah satu masjid utama disana, berbincang bincang dengan salah satu pengurus masjid. menurut beliau, ketika shalat jumat tidak kurang dari empat juta rupiah terkumpul setiap minggu nya dari jamaah shalat jumat dari kotak infaq yg dikelilingkan. bahkan pengurus masjid nya pun di berikan masing masing satu unit mobil untuk operasional. bukan dari dana pemerintah, tapi dari dana swadaya masyarakat.

Image

Masjid ini, luas nya lebih dari dua kali PUSDAI nya kota Bandung… hheee

Selalu ada sisi lain dari kemajuan suatu daerah, apalagi yg drastis seperti buru, memurut masyarakat asli, sekarang pulau jadi rawan kejahatan, dikarenakan banyak nya pendatang yg hanya berorientasi pada berburu emas, tak jarang juga terjadi pembunuhan karena rebutan lahan tambang.

Pulau ini menurut saya butuh penyeimbang, baik dari pemerintah atau pun tokoh agama, agar tidak timpang kehidupan masyarakatnya, dan menimbulkan efek bumerang buat penduduknya, terutama di sisi agama, sangat perlu penguatan.

Over all, pulau ini memberikan sangat banyak kejutan, salah satu nya, di pulau yang jauuuuhhh disana, ternyata ada seorang pria yang mengenakan kostum PERSIB, hhaaa… bahagianya saat itu bertemu teman sekampung.

Ini foto foto ketika disanaImage

Bersama teman teman Tagana AmbonImage

 

 

Ngeliatin anak anak yg berenang di dermaga, dekat kapal kami

Image

Mengunjungi kampung adat, bersama shandy dari merto tv, pa boy dari rumah zakat

Image

Nona, si manis penduduk asli pulau buru

 

 

 

10 thoughts on “Pulau Buru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s